Mbah Darto

mbahdarto

Bagi sebagian orang, menjadi petani adalah romantisme. Sesungguhnya bekerja sebagai petani adalah kerja keras yang menguras tenaga, terlebih bagi Sudarto yang biasa dipanggil mbah Darto ini. Dengan hanya berbekal satu tangan mbah Darto telah berpuluh tahun menjalani hidupnya sebagai petani cabai. Kecintaannya pada pilihan hidupnya menyeret mbah Darto untuk ikut berjuang menolak kehadiran pabrik Semen di Kendeng sejak 2010. Hampir semua aksi menolak semen di Kendeng dia ikuti, termasuk 3 kali long march dan aksi Dipasung Semen Jilid 2 kali ini.

Bagi mbah Darto, penolakan semen tidak hanya masalah menjaga gunung, tapi juga menjaga kehidupan petani. Baginya, penderitaan selama kakinya dicor adalah harga yang harus dibayar untuk kecintaannya tersebut. “Daripada nanti hidupku diaduk semen, lebih baik sekarang kakiku dicor semen”, katanya. Termasuk dalam gelombang pertama yang dicor bersama 10 petani yang lain, mbah Darto minta dia adalah orang terakhir yang akan dibuka belenggu semennya nanti. Tentu ya setelah ditemui oleh Presiden Jokowi.

Advertisements
Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s