Air Mata Kendeng

Apakah langit lebam ini sedang mengabarkan duka, ataukah gerimis linggis sedang jatuh menandai angkuhnya kekuasaan dan kerakusan yang telah dibutakan oleh semen dan baja?

Hari ini aku mendaki di Gunung Kendeng, menziarahi luka lama yang kembali membakar hingga di ubun-ubun. Lukamu, lukaku, menyatu menjadi bermilyar anak panah yang melesat menembus waktu, menularkan nyeri hingga ke anak-cucu.

Adakah makna kemanusiaan…saat jutaan galon semen cair mengubur hidup-hidup ribuan warga miskin di desa Tambakromo sedang para penguasa dan para juragan hanya memandang sinis sembari bibirnya terus menghisap cerutu?

Di Gunung Kendeng, hari ini, ada kabar tentang mayat perempuan yang kembali dikubur. Perempuan yang sepanjang hidupnya membela tanah leluhurnya agar tak hanya menjadi bancakan para penguasa yang dengan seenaknya merampas sisa-sisa nafasnya menjadi lembaran dolar di pasar saham sana?

Hari ini tangisku pecah… Dadaku belah… Airmataku tumpah… Apakah merah-putih akan terus berkibar sebagai bendera, ataukah akan menjadi kain kafan rakyat desa sebagai bukti cintanya pada tanah leluhur yang bernama Indonesia???  210317

Advertisements
Air Mata Kendeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s