Pernyataan Sikap Komnas Perempuan: Selamat jalan Ibu Patmi, selamat jalan Perempuan Pembela HAM

Pernyataan Sikap Komnas Perempuan Atas Meninggalnya Ibu Patmi, Peserta Aksi Menyemen Kaki dari Pegunungan Kendeng : Perjuangan  Perempuan Untuk Mencegah Pelanggaran HAM Yang Dilakukan Oleh Negara

Jakarta, 21 Maret 2017

Komnas Perempuan  menyampaikan belasungkawa dan rasa kehilangan yang dalam atas meninggalnya Ibu Patmi, salah satu peserta aksi #DipasungSemen2, pada tanggal 21 Maret 2017. Perempuan Pembela HAM ini bergabung dalam aksi sejak tanggal 16 Maret 2017. Ia dan 55 warga dari Kabupaten Pati dan Rembang, meminta negara menghentikan operasi PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, karena mengancam kelestarian alam  pegunungan Kendeng yang menjadi sumber kehidupan mereka. Ibu Patmi merupakan salah satu perempuan yang sejak tahun 2006 berjuang menyelamatkan kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar pegunungan Karst Kendeng.

Komnas Perempuan mengapresi keteguhan perjuangan Ibu Patmi bersama ibu-ibu Kendeng yang lain dalam mempertahankan sumber kehidupan masyarakat Kendeng. Kepergian Ibu Patmi  menambah deretan panjang sejarah perjuangan perempuan pembela HAM yang mendedikasikan seluruh kehidupannya bagi perjuangan pemenuhan HAM.

Ibu Patmi menjadi teladan mulia bagi para perempuan dan kita semua untuk tak kenal lelah berjuang menyelamatkan kelestarian alam. Dengan menyelamatkan kelestarian alam, merawat ekosistem, kita menyelamatkan manusia-manusia didalamnya sebagai bagian dari mahluk hidup dalam rantai kehidupan bumi.

Hasil pemantauan Komnas Perempuan terhadap pengelolaan sumber daya alam, terutama di pegunungan Kendeng menunjukkan praktik penambangan batu kapur dan pendirian maupun rencana pendirian pabrik semen yang dilakukan di tiga kabupaten: Pati, Rembang, Grobogan, berdampak serius pada perempuan. Bagi perempuan,  air, tanah dan udara yang sehat  adalah hak. Hilangnya tanah adalah hilangnya sumber kehidupan dan dimulainya pemiskinan.

Dalam proses pendirian semen dan penambangan, partisipasi perempuan tersingkir dalam pengambilan keputusan yang sejati.  Stigma pada perempuan pembela HAM sebagai anti pembangunan terjadi, konflik horisontal sudah mencerabut rasa aman perempuan. Selain itu kekekerasan dan ancaman kekerasan terhadap perempuan juga merobek kedamaian publik dan domestik di komunitas.

Untuk memastikan peristiwa yang sama tidak akan berulang di masa depan, Komnas Perempuan merekomendasikan :
1.    Semua pihak baik Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Rembang dan PT Semen Indonesia(Tbk) persero dan masyarakat untuk mentaati kesepakatan antara masyarakat dengan Presiden, menunggu proses KLHS yang sedang berjalan sebagai mandat UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. KLHS harus dilakukan secara independen, transparan, melibatkan warga khususnya perempuan.
2.    Gubernur Jateng bersama PT Semen Indonesia (Tbk) persero untuk menahan diri agar tidak melakukan tindakan sebagaimana isi ijin baru Gubernur Propinsi Jawa Tengah No. 660.1/6 tahun 2017 beserta Ijin Usaha Pertambangannya.
3.    Seluruh pihak untuk mencegah konflik horizontal dan kekerasan di komunitas terkait pro kontra pendirian pabrik semen di Rembang, dan menghindari kriminalisasi terhadap Petani Kendeng yang sedang memperjuangkan haknya.
4.    Mengapresiasi kegigihan Perempuan Kendeng dan Masyarakat Peduli Kendeng dalam mempertahankan hak hak dasarnya dan merawat ekosistem, serta melakukan langkah-langkah damai, konstitusional,  dengan taat pada proses hukum dalam memperjuangkan haknya atas kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.

Komnas Perempuan menghantarkan prosesi pemakaman Ibu Patmi di Pati, sebagai penghormatan terakhir. Selamat jalan Ibu Patmi, selamat jalan Perempuan Pembela HAM.

Kontak Narasumber:
Azriana, ketua    (08116762441)
Yuninyanti Chuzaifah, wakil ketua (081311130330
Adriana Veny, komisioner (08561090619)
Sri Nurherwati, komisioner (082210434703)

http://www.komnasperempuan.go.id/pernyataan-sikap-komnas-perempuan-atas-meninggalnya-ibu-patmi-peserta-aksi-menyemen-kaki-dari-pegunungan-kendeng-perjuangan-perempuan-untuk-mencegah-pelanggaran-ham-yang-dilakukan-oleh-negara/

Advertisements
Pernyataan Sikap Komnas Perempuan: Selamat jalan Ibu Patmi, selamat jalan Perempuan Pembela HAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s